Mendesain Cita-Cita Anak

| 11/05/2016 07:46:00 PM |


mendesain cita-cita anak
Anda ingat dengan cita-cita sewaktu kecil?

Apa yang Anda katakan?
Anda mengatakan “Aku ingin menjadi dokter, “insinyur”, “pramugari”, “polisi”, “tentara”, “musisi”, ataupun “penyanyi” atau yang lainnya?

Tentunya banyak hal yang melatarbelakangi kenapa waktu itu Anda mengatakan cita-cita Anda adalah ingin menjadi dokter, karena paman Anda menjadi dokter, ingin menjadi polisi, karena melihat polisi yang sedang mengatur lalu lintas dan kelihatannya keren sekali sehingga Anda tertarik untuk menjadi bagian dari mereka, dan masih banyak alasan yang melatarbelakangi cita-citanya.

Sekarang ini apakah cita-cita Anda dahulu sudah terealisasi? Apakah sudah sesuai dengan yang Anda cita-citakan ataukah sama sekali berbeda atau bahkan tidak seperti yang Anda sangka sebelumnya?

Bagaimana Anda mendapatkannya?

Apakah Anda masih mengingatnya?

Perkembangan zaman sekarang ini dimana persaingan semakin ketat sehingga orang tua dituntut untuk memandu anaknya untuk meraih cita-citanya agar tidak menyesal di kemudian hari dengan bakatnya yang hanya terpendam tidak tersalurkan dan bisa berguna demi masa depannya.

Bagaimanakah caranya? Berikut akan dipaparkan bagaimana caranya dalam mendesain cita-cita anak agar optimal.

Fokuskah Cita-cita Anak

Cita-cita anak yang fokus relevan dengan apa yang dicita-citakan secara jelas serta mempunyai idola sesuai dengan apa yang dicita-citakan.

Hasil survey tahun 2004 menunjukkan bahwa 7 dari 10 responden tidak mempunyai cita-cita yang fokus. Hanya 30% yang fokus dengan cita-citanya.

Cermati Lowongan Pekerjaan

Mencermati lowongan kerja bisa dikatakan sama dengan mencari peluang. Peluang dalam hal ini adalah untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak.

Mencermati lowongan bisa membantu Anda mengarahkan anak untuk mengetahui peluang yang banyak dibutuhkan oleh pasar, sehingga anak akan mempunyai gambaran yang sesuai dengan apa yang dicita-citakannya.

Bangun Sebuah Impian Dengan Sungguh-Sungguh

Impian adalah gambaran tentang sesuatu di masa yang akan datang terkait dengan diri kita. Impian yang besar dan jelas merupakan faktor pendorong yang paling ampuh agar sukses.

Apakah dahulu Anda sering bergonta ganti cita-cita, ketika SD ingin menjadi guru, ketika SMP diubah menjadi dokter, dan ketika kulliah beda lagi?

Kenapa bisa begitu?

Apakah tidak ada cita-cita yang konsisten sejak kecil?

Tentu ada yang sejak kecil sampai dewasa cita-citanya sama karena orang tuanya telah membantu untuk mendesain cita-citanya dengan sungguh-sungguh.

Masa Depan Bangsa Tergantung Impian Remaja

Masa depan bangsa tergantung pada bagaimana remajanya. Jika remajanya mempunyai cita-cita yang besar seperti menjadi presiden tentunya bangsa tidak akan kebingungan karena ada seseoang yang akan meneruskan bangsa ini untuk menjadi lebih maju lagi.

Tetapi jika remajanya tidak mempunyai cita-cita yang besar atau bingung menentukan cita-citanya maka bagaimanakah nasib bangsa ini?

Maka kita sebagai orang tua harus membuatnya sedini mungkin dalam mendesain cita-cita anak agar nantinya bisa menjadi penerus bangsa yang baik.

Ubah Cara PAndang Bahwa Anak Kita Bukan Kita

Ubah cara pandang Anda bahwa jika Anda mempunyai bakat tertentu maka anak akan mempunyai bakat yang sama dengan Anda. Anak kita bukanlah kita yang jika Anda bisa melakukan maka anakpun juga harus bisa melakukannya sesuai dengan apa yang kita bisa, padahal anak mempunyai cara dan metode yang berbeda sesuai dengan bakat yang dia punya.

Bisa jadi anak Anda justru mempunyai bakat yang berasal dari kedua orang tuanya alias perpaduan antara keduanya. Yang mesti Anda lakukan adalah mendorongnya, mendukung dan memberikan fasilitas yang diperlukannya untuk menyalurkan bakatnya sesuai dengan hobinya.

Yang penting adalah agar sukses , tidak tertekan dan bisa menjadi diri mereka sendiri.

Action Plan cita-Cita Anak

Action plan adalah merencanakan kegiatan dengan jelas dan teratur sehingga mendukung anak untuk mewujudkan cita-citanya berikut ini tahapan-tahapannya :
  1. Ikuti kegiatan yang mendukung cita-citanya
  2. Banyak berlatih dan mendapat bimbingan dari mentor yang hebat dibidangnya
  3. Pembinaan mental
  4. Tingkatkan rasa percaya diri dengan berbicara yang efektif

Berdoa Dan Berusaha

Terwujudnya sebuah impian menjadi kenyataan adalah sesuatu yang diharapkan, bukan? Impian yang menjadi kenyataan tentu semua itu tidak lepas dari doa-doa yang dipanjatkan dan kerja keras yang dilakukan.

Ajak anak untuk selalu berdoa dan mendekatkan diri pada yang kuasa dan doronglah anak untuk selalu berusaha mencapai cita-cita anak terutama ketika sedang mengalami krisis semangat.
Back to Top