Apa Itu sistem peta pikiran ( Mindmap ) dan Aplikasinya

| 12/10/2016 06:39:00 PM |


Sistem peta pikiran (mindmap) adalah cara paling efektif dan efisien untuk memasukkan, menyimpa dan mengeluarkan data dari/ke otak.

Sistem ini bekerja sesuai dengan cara kerja alami otak kita, sehingga dapat menngoptimalkan seluruh potensi dan kapasitas otak manusia.

Mindmap ditemukan dan dipopulerkan oleh Dr. Tony Buzan. Lebih dari 300 juta orang di dunia sudah menggunakan sistem ini untuk beberapa keperluan diantaranya dalam belajar.

Keunggulan Sistem Mindmap

Sistem mindmap mempunyai banyak keunggulan, diantaranya :
  1. Proses pembuatannya menyenangkan, karena tidak semata-mata hanya mengandalkan otak kiri saja. gambar dan warna yang digunakan dalam pembuatan mindmap merupakan penyeimbang kerja otak manusia, sehingga anak tidak akan mudah bosan. 
  2. Sifatnya unik (tidak monoton seperti sistem pendidikan yang kebanyakan digunakan dalam dunia pendidikan sekarang ini) sehingga mudah diingat serta menarik perhatian mata dan otak. 
  3. Topik utama materi pelajaran ditentukan secara jelas, begitu juga dengan hubungan antar informasi yang satu dengan yang lainnya. 

Aplikasi Mindmap 

Mindmap biasanya digunakan untuk beberapa keperluan di dunia pendidikan, misalnya untuk presentasi, mencatat, mengkaji ulang, mengajar dan bedah buku.

Namun pada kesempatan kali ini kita hanya akan membahas sistem mindmap untuk meringkas dan mengkaji ulang, mengingat kedua hal tersebut lebih banyak dibutuhkan anak didik pada umumnya.

Meringkas adalah teknik jitu yang sering diterapkan di dunia pendidikan untuk membantu anak menguasai dan memahami materi pelajaran (khususnya yang bersifat teks, seperti ilmu sains dan sosial).

Tak jarang guru bidang studi tertentu memberi tugas khusus kepada anak didiknya untuk meringkas materi pelajaran yang diampunya dan kemudian dikumpulkan untuk dinilai.

Meringkas memang langkah efektif bagi siswa dalam belajar.
Tujuannya agar saat mempelajari kembali di rumah, si anak didik tidak harus membuka buku paket / buku catatannya yang panjang lebar dan mungkin membosankan.

Apalagi kebanyakan anak lebih suka membaca ringkasan daripada materi detailnya di buku paket.

Meringkas yang sering diterapkan dalam dunia pendidikan sesungguhnya hanya mengeksploitasi kerja otak kiri saja.

Tak jarang anak menjadi bosan, karena bentuk ringkasannya yang tak jauh berbeda dengan teks inti (bacaan).

Tentu anda setuju dengan kalimat itu, bukan?
Jika anda masih sanksi dengan pernyataan ini.
Bagaimana perasaan anda saat anda membaca sebuah artikel di koran atau majalah tanpa sedikitpun gambar yang terpampang ( semua artikel dan berita dalam bentuk teks)?
Membosankan bukan.

Contoh mindmap seperti berikut :
sistem peta pikiran dan aplikasi mindmap

Mindmap merupakan sistem terbaru yang di disain sesuai dengan kerja alami otak manusia.

Gambar-gambar yang bebas dilukiskan sesuai dengan selera anak dan bentuknya yang unik akan menyeimbangkan kerja kedua otak anak.

Nah, keseimbangan kerja otak inilah yang akan menyebabkan rasa fun pada anak saat belajar.

Sistem mindmap juga bisa digunakan anak saat menjelang ujian.
Jadi, anak tidak perlu membaca buku paket (buku catatan) anak untuk mempelajari materi yang hendak diujiankan.

Anak cukup membuka kembali hasil mindmap yang sudah dibuatnya.
Tentu hal ini akan sangat membantu anak dalam proses belajarnya.
Back to Top