Penerapan Sistem Membaca Fokus Tinggi (MFT)

| 1/28/2017 05:16:00 PM |


membaca fokus tinggi


Teknik-teknik penerapan sistem membaca fokus tinggi (MFT) adalah sebagai berikut :

Lakukan persiapan membaca fokus tinggi dengan baik dan benar. 

Persiapan memang sangat penting dilakukan sebelum melakukan suatu aktivitas apapun.karena begitu pentingnya makna sebuah persiapan, sampai-sampai seorang ilmuwa hebat,

Alexander Graham Bell, mengatakan bahwa ‘before anything else, preparation is the key to success’.

Persiapan ini berupa :
  1. Pemahaman dalam diri anak anda sendiri tentang pentingnya membaca.
    Menjadi satu keharusan bagi anda untuk menjelaskan kepada anak anda terlebih dahulu tujuan membaca.
    Jika perlu berikan perumpamaan-perumpamaan (contoh nyata) yang dapat mendongkrak semangat membaca anak anda.

    Anda bisa memberikan pemisalan kepadanya bahwa membaca itu ibarat membeli bensin, ibarat sarapan dan lain-lain.
    Segala sesuatu yang dimulai karena kesadaran diri sendiri tentu akan menghaasilkan output yang berbeda.
    Artinya jika si anak membaca karena kesadaran diri (bukan atas perintah anda) diharapkan rutinitas ini akan lastig long (bertahan lama), selain juga untuk menghindari rasa tertekan pada anak.
    Kesadaran dari diri sendiri diyakini merupakan zona kenyamanan paling tinggi bagi anak, karena pada posisi ini si anak benar-benar membaca atas kemauannya sendiri bukan karena paksaan. 

  2. Berikan fasilitas sesuai dengan gaya belajar anak.
    Anak yang bertipe belajar visual biasanya sangat menyukai membaca. Bacaan apapun yang dimilikinya mungkin akan dibacanya juga.
    Tipe anak visual biasanya lebih mudah mencerna informasi berupa gambar, warna dan ruang.
    Sebaiknya anda berikan buku-buku pelajaran yang bergambar, berwarna dan menarik anak.
    Selain itu anda juga harus menjauhkan segala sesuatu yang menyebabkan polusi visual. misalnya dengan memilih kamar belajar anak yang agak sepi.
    Jika anak anda cenderung bertipe auditorial, maka anda harus menjauhkan mesin jahit, TV atau lainnya yang bisa menimbulkan polusi suara.

    Anak kinestetikal biasaya tidak betah duduk berlama-lama.
    Oleh karena itu berikanlah jeda istirahat lebih sering saat anak membaca.sediakan benda yang disukai anak misalnya bolpoin, penggaris dll.
    Fasilitas yang harus anda berikan apapun tipe gaya belajar anak anda adalah penerangan yang cukup. Membaca di tempat yang remang-remang akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan mata anak.
    Perhatikan juga sikap duduk anak anda.
    Saat membaca anak harus duduk dengan rileks dan nyaman. Telapak kaki hendaknya menapak denngan santai di atas lantai dan mencondongkan buku dengan sudut 45 derajat dari meja dan tegak lurus dengan sudut pandang mata jadi bukan tulang punggung yang condong 45 derajat justru mencondongkan tulang punggung bisa menyebabkan kelainan bentuk tulang anak.

Lakukan penelusuran secara cepat dan tepat terhadap bahan bacaan dari awal sampai akhir.

Tujuan dari hal ini adalah agar anak mendapatkan gambaran besar dari bahan bacaan/materi yang hendak dibaca sehingga anak bisa lebih fokus dan mudah menerima setiap informasi dan makna (inti) dari buku bacaan yang dibacanya tersebut.


Terapkan prinsip ritme (jeda saat penggalan terjadi) 

Untuk menyeimbangkan kerja otak kanan dan kiri, sebaiknya anak anda dikenalkan dengan prinsip ini.
Hal ini bertujuan untuk memberikan pekerjaan kepada otak kanan (sedang otak kiri membaca materi pelajaran).

Jeda sebaiknya dilakukan pada tiap frasa (sehingga kalimat masih bisa dipahami), bukan per kata. Perhatikan contoh berikut :

Negara Indonesia adalah negara kepulauan. Ibukota negara Indonesia adalah DKI Jakarta. MPR adalah pemegang kekuasaan tertinggi, sedangkan sistem pemerintahannya adalah republik.

Berdasarkan contoh di atas, maka untuk mencapai sistem MFT perlu dilakukan ritme, yaitu:

Negara Indonesia | adalah negara kepulauan. Ibu kota negara Indonesia | adalah DKI Jakarta . Pemegang kekuasaan tertinggi | adalah MPR, dengan sistem pemerintahannya | adalah republik.

ket : | jeda/ritme

Jeda/ritme juga bisa dilakukan dengan mengambil nafas secara teratur, karena hal ini bisa menjadi suatu tanda break singkat.

Selain itu, mengambil nafas secara teratur juga dapat menjamin asupan oksigen yang optimal bagi otak saat anak anda membaca.

Memberikan ritme saat membaca berarti memberikan kesempatan pada otak kanan untuk bekerja.ingat, bahwa membaca bukan untuk menghafal, melainkan untuk memahami.

Persepsi kebanyakan orang bahwa dengan membaca lambat akan mendapatkan titik pemahaman yang baik adalah salah.

Menurut penelitian, kecepatan membaca orang indonesia rata-rata adalah 200 kata permenit dengan tingkat pemahaman kurang dari 40 %.
Back to Top