Tahapan Usia Perkembangan Anak

| 12/10/2017 07:04:00 PM |


tahapan usia perkembangan anak

Pencurahan waktu dari orang tua untuk menemani anaknya bermain tidak sia-sia.

Tahapan-tahapan usia perkembangan anak yang terkait dengan kemampuan motorik, kognitif, sosial dan bahasanya dalam tiga tahun kehidupannya menunjukkan perubahan positif yang sangat signifikan.

Tahapan-tahapan perkembangan anak itu dapat dilihat pada tabel di bawah ini.



USIA

KEMAMPUAN MOTORIK


KEMAMPUAN KOGNITIF

KEMAMPUAN SOSIAL

KEMAMPUAN BAHASA

0-3 bulan

Gerakannya sebagian besar masih berupa gerakan refleks baik menghisap, menelan maupun menggenggam.
Pada usia beberapa minggu sudah mampu mengangkat kepalanya dari lantai sampai tengkurap. Sudah bisa memegang mainannya, meskipun sebentar


Sudah bisa memegang sebentar mainannya (2 bulan) dan memperhatikan benda yang satu ke benda yang lainnya.

Sudah dapat melihat wajah orang lain dan tersenyum.
Dapat mengikuti arah pergerakan benda atau orang yang dilihatnya, tetapi masih terbatas. Bereaksi terhadap suara dan terkejut saat mendengar suara keras.

Bereaksi terhadap suara dan terkejut saat mendengar suara keras.

0-6 bulan

Mengangkat dadanya dari lantai saat dia tengkurap

Mampu mengambil sebuah benda atau mainan dan menggoyang-goyangkannya. Memegang dua benda sekaligus dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


Memegang dua benda sekaligus dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

Bisa tertawa.
Bisa bersuara “oooh” dan “aaaah”

6-9 bulan

Bisa duduk dengan disokong 2 tangan.
Mulai merangkak, dapat berdirisambil berpegangan pada meja.

Memindah-mindahkan mainan dari tangan yang satu ke tangan lainnya.

Belajar makan sendiri.
Mulai menggunakan jari telunjuk dan ibu jarinya untuk mengambil beenda-benda kecil


Suka berteriak dan berceloteh.
Sudah mengerti arti kata pertamanya.
Mengerti kata-kata yang mudah.

9-12 bulan

Bisa berdiri sendiri. Usia 1 tahun bisa berjalan dengan bantuan.
Mampu menggunakan tangannya.

Mampu mendorong mobil-mobilan di lantai dan meletakkan benda-benda ke dalam saku wadah yang besar

Dapat makan kue sendiri

Sudah mengerti perintah sederhana.
Mengerti lebih kurang 12 patah kata.
Fasih mengucapkan beberapa kata pertamanya.


1-1,5 tahun

Akhir usia 15 bulan sudah bisa berjalan sendiri.

Mencoret-coret kertas dengan menggunakan krayon.
Memasukkan atau mengambil benda-benda ke dalam atau dari cangkir. Membalik-balik halaman buku


Membantu mengenakan pakaian. Memberikan barang yang dipegangnya jika diminta.

Dapat mengerti 300 patah kata . kosakatanya bertambah rata-rata.

1,5-2 tahun

Mampu berjalan tanpa jatuh.
Duduk sendiri di kursi kecil.
Dapat menggambar garis-garis di kertas dengan menggunakan contoh terlebih dahulu.
Dapat memutar gagang pintu.
Dapat menutup dan membuka restleting yang besar.
Dapat buang air kecil dan besar


Dapat buang air kecil dan besar secara teratur.

Berbicara tanpa arti

2 tahun

Mampu jalan

Menyusun tumpukan dari 6 balok.
Mampu meniru gambar lingkaran dengan menggunakan pensil.


Memberitahu kalau ingin buang air.

Mampu mengucapkan kalimat dengan 2 patah kata.

3 tahun

Mampu berdiri dengan satu kaki tanpa jatuh.

Menyusun tumpukan dari 10 balok.
Mampu meniru gambar silang.

Dapat mempergunakan sendok makan dengan baik.
Dapat memakai sepatu sendiri.

Dapat berbicara dengan kalimat lengkap.
Mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mudah.


Dalam hal ini professor Jean Piaget, pengarang buku Psikologi Perkembangan Dini dari Swiss itu menetapkan teori fase pertumbuhan.

Menurut beliau bahwa sesudah berusia tiga bulan, bayi mulai meningkat kemauannya untuk meraih dan menyentuh sesuatu, seperti kaki-kaki boneka yang menggantung di tepi ranjang, hingga bayi itu menjadi senang dibuatnya.

Pada usia satu setengah tahun, anak mulai menemukan cara untuk menyentuh sesuatu yang sulit diraihnya dengan menggunakan sebatang kayu.

Sesudah dua tahun ia mulai mengenal kata-kata untuk mengabstraksikan pikirannya dengan caranya sendiri.

Sekitar usia empat tahun, anak masih percaya bahwa orange juice di dalam gelas kecil yang terisi penuh itu lebih banyak dari orange juice bervolume sama di dalam gelas besar.

Baru sesudah usia lima hingga enam tahun, ia akan memahami bahwa kuantitas orange juice tersebut memiliki perbandingan yang sama.

Dengan melihat pesatnya perkembangan pikiran dan raga, orang tua perlu mengamati dengan seksama apa yang diinginkan bayinya, dan apa yang membuatnya tertarik.

Orang tua yang memiliki hubungan dekat dengan anaknya, sebaiknya masa tahapan usia perkembangan anaknya digunakan dengan sebaik-baiknya.
Back to Top